Keris Dhapur Patrem
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Pusaka Kamardikan, Keris Pusaka Kuno |
Keris Dhapur Patrem
Keris Dhapur Patrem
Patrem dari kota Yogyakarta merupakan sebilah Keris yang ukurannya lebih kecil dari keris pada umumnya. Biasanya berukuran sekitar 15 cm sampai 25 cm. Sehingga senjata ini lebih fleksibel jika dibawa ke mana-mana. Beberapa literatur menyebutkan bahwa Keris Dhapur Patrem sering dianggap sebagai Keris khusus wanita. Mengapa demikian? Karena senjata ini memiliki panjang kurang lebih sejengkal. Bilahnya nglimpa dengan ricikan sedikit, gandiknya polos dan terkadang memakai tikel alis. Fakta-fakta inilah yang menimbulkan dugaan bahwa pembuatan senjata ini khusus untuk kaum wanita.
Pembuatan Keris Dhapur Patrem
Proses pembuatan Keris Patrem hampir sama dengan Keris pada umumnya yaitu menggunakan bahan logam dari bijih besi dan baja. Bahan ini kemudian dipanaskan dan ditempa untuk dibuat dalam berbagai bentuk dengan luk ataupun lurus. Selain itu pada bagian bilahnya juga dihiasi dengan pamor yang membentuk pola secara natural.
Dari segi tampilan, terlihat kurang rapi jika dibandingkan dengan keris pada umumnya. Hal ini karena senjata kecil ini tidak digunakan bagi para pendekar pria dewasa, melainkan untuk anak-anak dan kaum wanita. Alasan tersebut sangat kuat karena bentuk bilahnya memang tumpul.
Sejarah Keris Patrem
Tentu saja hal tersebut juga berdasarkan catatan sejarah yang menyatakan bahwa pada masa kerajaan di tanah Jawa sudah banyak anak-anak dan kaum wanita yang menggunakan senjata tajam berukuran kecil. Namun yang menggunakan senjata ini tentunya hanya keluarga yang memiliki wibawa dalam masyarakat. Seperti halnya keluarga bangsawan dan para anak saudagar.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi anak-anak serta kaum wanita untuk mempertahankan diri jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Karena pada masa dahulu banyak sekali kawanan rampok yang mencuri harta para saudagar dan tidak segan-segan untuk melukai anak-anak dan wanita.
Catatan sejarah lainnya menyatakan bahwa anak-anak yang menggunakan Patrem adalah mereka yang terdidik sebagai taruna yang akan menjadi prajurit kerajaan untuk mengabdi kepada negara. Tentu saja penggunaan senjata ini sebagai latihan untuk mempersiapkan diri menuju level prajurit sebagai kekuatan pertahanan bagi kerajaan. Pendidikan karakter perwira sudah ditanamkan sejak usia dini sehingga ketika mereka menginjak usia dewasa sudah matang dan siap menjadi seorang prajurit yang gagah berani dengan senjata yang dimiliki.
Sedangkan kaum wanita juga perlu memiliki senjata untuk berjaga-jaga jika mendapatkan gangguan dari kawanan perampok ataupun pria hidung belang. Wanita perlu mempertahankan diri dengan menggunakan senjata yang sesuai untuk melakukan perlawanan terhadap serangan. Selain itu, banyak pula kaum wanita yang menjadi prajurit kerajaan dan bertugas menjadi pengawal istana bagian dalam. Kebanyakan kerajaan-kerajaan pada masa lalu menugaskan prajurit wanita untuk menjaga istana bagian dalam dan prajurit lelaki berjaga-jaga pada istana bagian luar.
Bukti sejarah lainnya juga mencatat bahwa Patrem adalah sebuah singkatan dari bahasa Jawa yaitu Panggane Ingkang Damel Tentrem yang artinya bisa membuat hati tenteram bagi siapa saja yang menggunakannya. Tentu saja jika seseorang dibekali senjata kecil ini akan lebih tenang ketika berada di luar rumah yang wilayah sekitarnya masih banyak hutan belantara. Tentu saja senjata ini juga bermanfaat untuk membela diri jika mendapatkan serangan binatang buas.
Tags: filosofi keris patrem, jenis keris patrem, kegunaan keris patrem, kegunaan keris patrem brojol, Keris Dhapur Patrem, keris patrem brojol, Keris patrem wikipedia
Keris Dhapur Patrem
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 584 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Produk Terkait
Keris Sengkelat Kuno Keris Sengkelat Kuno adalah salah satu keris yang memiliki bentuk luk 13. Keris sengkelat memiliki sejarah dan legenda yang sangat populer, hal ini membuat keris sengkelat banyak diminati. Keris dengan luk 13 umumnya dimiliki oleh para raja karena memiliki pesan mendalam tentang arti sebuah kejayaan. Keris pusaka sengkelat ini dibuat pada era… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Pasopati Kinatah Emas Keris ini menggunakan dhapur Pasopati, sebuah dhapur yang dalam tradisi pakerisan lekat dengan sosok pemimpin dan kesatria. Pada masa lampau, dhapur ini sering diasosiasikan dengan para senopati maupun raja—figur yang tidak hanya memegang kekuasaan, tetapi juga memiliki wibawa serta ketegasan dalam memimpin. Secara filosofi, Pasopati melambangkan kekuatan kendali, keteguhan sikap, serta… selengkapnya
Rp 17.700.000Keris Dhapur Putut Kembar Keris Dhapur Putut Kembar salah satu dapur keris lurus, bentuk serupa dapur putut tetapi gandiknya ada dua, bentuknya agak simetris dengan kedua gandik dihias bentuk manusia atau monyet. Biasanya berpamor sederhana. Ada yang menyebut ini keris Umyang walaupun ini salah kaprah karena Empu Umyang hidup pada jaman kerajaan Pajang. Keris Dhapur… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Pamor Junjung Derajat Keris Pamor Junjung Derajat dipercaya secara turun-temurun memiliki tuah untuk mempermudah kenaikan jabatan, kedudukan, dan meningkatkan status sosial. Pamor junjung derajat memang sangat dicari orang-orang yang menginginkan tentang derajat keduniawian. Keris ini sangat jarang sekali dijumpai, karena pemesanya jaman dulu biasanya hanya kalangan istana, kalangan ningrat, maupun pejabat daerah. Kesulitan teknik… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Dhapur Karno Tinanding Karna Tanding (Karno Tinanding) adalah suatu babak pertempuran terbesar Baratayudo di Padang Kurusetra. Pertempuran dua senopati pilih tanding yaitu Arjuno dari kesatrian Madukoro sebagai panglima perang Negara Amarta melawan Adipati Basukarno dari Awonggo sebagai panglima perang Negara Astina. Arjuna Arjuno atau janoko lahir dari rahim seorang Ibu bernama Kunti Nalibronto dengan… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Dhapur Jaka Supa Disebut pula Empu Adipati Jenu, sebuah wilayah dekat Jipang di daerah perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Ia diperkirakan hidup menjelang akhir zaman Majapahit. Jaka Sura sesungguhnya adalah kakak tiri Empu Jaka Supa, sedangkan ayahnya bernama Supa Mandrangi yang kemudian dikenal sebagai Pangeran Sedayu. Ia lahir di Blambangan, ibunya adalah putri… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Dhapur Sinom Ricikan Keris Dhapur Sinom: Sekar Kacang, Lambe Gajah, Sogokan, Tikel Alis, Sraweyan, Ron Da Kalih. Keris dengan Sinom cukup populer. Di tengah bilah sering ada juga ada. Ricikan umum lainnya dari dapur ini adalah kembang kacang, sogokan rangkap, pejetan, ri pandan dan yang sudah disebutkan di atas. Filosofi Keris Dhapur Sinom Jika… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Parungsari Luk 13 Keris Parungsari Luk 13 adalah sebuah keris pusaka yang hampir mirip dengan keris legendaris kyai sengkelat. Yang membedakan pada kedua keris ini terdapat pada bagian lambe gajahnya, keris parungsari memiliki dua lambe gajah sedangkan pada keris sengkelat hanya terdapat satu lambe gajah saja. Tuah Keris Parungsari Tuah keris parungsari adalah untuk… selengkapnya
Rp 8.000.000Keris Dhapur Jalak Ngore Keris Dhapur Jalak Ngore : Ricikan Dhapur Keris Jalak Ngore: Gandik Lugas, Pejetan, Tikel Alis, Sraweyan, Greneng. Dapur Jalak Ngore memiliki bilah ukuran standar yang menampilkan ‘ada-ada‘ yang terlihat jelas hingga ke ujung bilah. Gandik itu polos dan sederhana. Jenis dapur ini juga dilengkapi dengan pejetan, tikel alis, sraweyan dan greneng…. selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Pusaka Jaka Lola Kerajaan Majapahit Keris Pusaka Jaka Lola Kerajaan Majapahit adalah salah satu peninggalan kerajaan terbesar di jawa. Keris ini memiliki bentuk bilah yang sangat gagah dan wingit sekali karena segala keris pada era kerajaan majapahit memiliki power luar biasa. Mengingat Majapahit selalu memperhatikan kekuatan untuk memperluas kekuasaan dan cara yang paling mudah… selengkapnya
Rp 4.444.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.