Keris Dhapur Sempana
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Pusaka Kamardikan, Keris Pusaka Kuno, Keris Pusaka Luk 9 |
Keris Dhapur Sempana
Keris Dhapur Sempana
Sempono atau Sempana berasal dari kata “supeno” , yang berarti impian, harapan, cita-cita atau visi. Arti keseluruhannya adalah orang yang memiliki visi atau cara pandang yang baik dalam hidupnya, atau orang yang memperoleh petunjuk pada jalan kebaikan.
Filosofi sebenarnya yang bisa di ambil dari dhapur keris sempono adalah bahwa dalam kehidupannya manusia tentu memiliki banyak kelemahan. Setiap waktu kita tidak pernah lepas dari yang namanya kesalahan dan masih harus banyak belajar. Oleh karena itu sudah selayaknya kita dituntut untuk terus berupaya berbuat yang lebih baik, intropeksi diri dan belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan tujuan untuk mencapai kesempurnaan hidup melalui perbaikan kualitas diri. Bukankah kita, manusia ini telah diciptakan Tuhan YME sebagai makhluk yang sempurna?
Keris Dhapur Sempana Luk 9
Jika kita mencermati jumlah luk pada keris dari beberapa tangguh, akan kita dapati bahwa kebanyakan keris dari beberapa tangguh hanya dibabar dengan jumlah maksimal sebanyak 9 (sembilan). Hal ini umumnya bisa kita ketemui pada keris dari tangguh Madya Kuno dan Sepuh Tengahan seperti tangguh Kediri, Segaluh, Pajajaran, Tuban, Pengging dan Blambangan.
Keris-keris tua itu jarang sekali ditemui berlekuk lebih dari sembilan dan biasanya juga tanpa sogokan. Jika pada tangguh tua itu ditemui memiliki luk lebih dari 9, maka umumnya adalah keris yang disebut keris yasan pada era yang lebih muda (pasca Majapahit dan terutama era Mataram). Permasalahan jumlah luk 9, memang tidak banyak diperhatikan pecinta keris, terkesan sederhana, sepele dan sering diabaikan. Akan tetapi jika dikaji secara lebih mendalam, tentu ada makna lebih dalam pembuatan keris dengan jumlah luk maksimal 9 (sembilan).
Angka 9 dalam masyarakat Jawa Kuno
Borobudur, candi terbesar yang didirikan oleh dinasti Syailendra yang menganut ajaran Budha Gautama, sesungguhnya memiliki 9 tingkatan pada tataran “Manusia dan Bumi”, sedangkan tingkatan terakhir yang ke 10 adalah merupakan tingkatan puncak seseorang untuk menjadi Budha dan juga melambangkan Nirwana dimana Budha bersemayam.
Pendapat lain menyatakan bahwa dalam pandangan masyarakat Jawa Kuno, angka 9 (sembilan) yang dijabarkan kembali dalam olah kebathinan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono IX dinyatakan bahwa babakan howo songo adalah kunci pengaturan dan pengendalian menuju kesempurnaan hidup. Jika lubang 9 (seperti mata, hidung, telinga, mulut, dsb) dapat dikendalikan, maka manusia akan menemukan keselamatan hidup di dunia dan akherat.
Dalam primbon, angka 9 (sembilan) melambangkan Mars, dipandangan sebagai angka puncak, dengan makna khusus bahkan dianggap paling suci. Bila dikalikan angka berapapun, penjumlahan angka tersebut kembali sebagai angka sembilan. (contoh 3×9=27;2+7=9, dst).
Jika menilik pada jumlah angka dasar yang ada 0-9, maka angka 9 (sembilan) memiliki nilai yang paling tinggi. Tak heran bila angka tersebut sering disebut sebagai simbol kesempurnaan sekaligus dimaknai dengan kerahasiaan. 9 (sembilan) adalah batas kemampuan dan penalaran pikiran manusia, sebab setelah sembilan akan kembali 0 (kosong), lalu mulai lagi dengan hitungan awal pertama atau satu (1). Dengan semikian keris yang memiliki luk berjumlah 9 (sembilan) adalah merupakan pengejawantahan dari sebuah kesempurnaan hidup (kasampurnaning urip) bagi masyarakat Jawa jaman dahulu.
Tags: Keris Dhapur Sempana
Keris Dhapur Sempana
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 558 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Produk Terkait
Keris Dhapur Kanda Basuki Keris Kanda Basuki merupakan salah satu keris pusaka lurus dengan ricikan kembang kacang, sraweyan, greneng lengkap dan jalu memet. Secara garis besar, keris pusaka kanda basuki dimaknai menyampaikan suatu hal yang baik atau menyiapkan kebaikan. Dalam bahasa jawa kanda berarti menyapaikan sesuatu sedangkan basuki meruapakan sesuatu yang dianggap baik sehingga dapat… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Sinom Kuno Keris Sinom Kuno memang menjadi incaran banyak kolektor tosan aji. Keris sinom merupakan keris dengan bilah lurus, keris sinom memiliki filosofi serta tuah yang cukup populer sehingga banyak diminati. Pada umumnya keris sinom memang sangat cocok untuk dimiliki anak muda yang sedang memulai hidupnya. Jika diambil arti harafiah, sinom bermakna daun pohon asem… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Dhapur Regol Keris Regol adalah salah satu jenis keris tradisional dari Indonesia, khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta. Keris adalah senjata tradisional Indonesia yang memiliki nilai budaya, historis, dan seni yang tinggi. Keris Regol memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari jenis keris lainnya. Beberapa ciri khas Keris Regol adalah: 1. Bilah Keris: Bilah Keris… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Pamor Toya Mambeg Majapahit Keris ini menampilkan pamor Toya Mambeg, sebuah pamor yang dalam tradisi pakerisan dipercaya memiliki tuah dalam mengumpulkan kekayaan serta melancarkan aliran rejeki. Secara filosofi, Toya Mambeg melambangkan air yang terus bergerak dan mengalir, menggambarkan dinamika kehidupan yang penuh pergerakan namun tetap membawa hasil yang berkelanjutan. Makna tersebut memberikan gambaran bahwa… selengkapnya
Rp 7.000.000Keris Putut Sajen Sepuh Keris Putut Sajen Pamor Nyanak Pajajaran – Pusaka Perlindungan, Kemakmuran, dan Laku Spiritual Keris Putut Sajen Pamor Nyanak merupakan salah satu pusaka yang sarat dengan nilai spiritual dan filosofi kehidupan dalam tradisi Jawa. Perpaduan antara dhapur, pamor, dan tangguhnya menghadirkan makna yang tidak hanya mendalam, tetapi juga menyatu dengan laku budaya… selengkapnya
Rp 2.850.000Keris Dhapur Condong Campur Keris Condong Campur dapat dengan mudah dikenali dari sogokannya yang panjang, sedangkan ukuran keseluruhan bilahnya adalah keris ukuran standar. Ricikan Dhapur Keris Condong Campur terdiri dari Sekar Kacang, Jalen, Lambe Gajah Kalih, Sogokan Lajeng Dumugi Pucuk, Tikel Alis, Greneng, Gusen. Keris Condong Campur Dalam dunia keris muncul mitos dan legenda yang… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Dhapur Semar Betak Ricikan Dhapur Keris Semar Betak: Adegipun Celak Wiyar, Gandik Katatah Tiyang, Wesi Bolong, Pawakan Anglimpa. Dapur Semar Petak kadang-kadang juga disebut sebagai ‘Semar Betak‘ atau ‘Semar Getak‘. Ini memiliki pisau pendek tapi lebar dengan permukaan yang halus. Jenis dapur ini biasanya menampilkan desain pamor yang sederhana. Sama halnya dengan keris pusaka… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Pusaka Bugis Keris Pusaka Bugis adalah salah satu pusaka peninggalan dari Bugis kuno yang masih bisa kita nikmati keindahan maha karyanya. Dalam catatan naskah kuno, keris khas Bugis dengan jumlah luk 7 disebut dengan nama Lawu-lawu. Keris ini tergolong sepuh dengan bilah yang masih sangat utuh. Pamor yang tergurat di sekujur bilahnya berpola indah dan… selengkapnya
Rp 6.555.000Keris Pulanggeni Sepuh Keris Pulanggeni Sepuh dipercaya memiliki tuah untuk membangkitkan keberanian, kewibawaan dan kharisma. Jika membahas tentang pulanggeni salah satu tokoh pahlawan bangsa yaitu Jendral Sudirman selalu menyelipkan keris pulanggeni di pinggangnya, hal ini yang menjadi simbol perjuangan dan keberanian seorang panglima perang adalah keris pulanggeni. Selain itu pamornya juga membawa tuahnya sendiri bagaikan… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Pamor Janur Sinebit Keris Pamor Janur Sinebit merupakan pamor yang cukup langka dan banyak dicari. Sekilas pamor janur sinebit hampir mirip dengan pamor gajah gelar yang membedakan pamor janur sinebit pola garisnya berkumpul ditengah. Keris dengan pamor janur sinebit memiliki pesan yang sangat mendalam sehingga diburu untuk dijadikan pusaka andalan atau ageman pribadi. Pamor… selengkapnya
Rp 3.500.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.