Keris Dhapur Pudhak Sategal
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Pusaka Kamardikan, Keris Pusaka Kuno |
Keris Dhapur Pudhak Sategal
Keris Dhapur Pudhak Sategal
Keris Pudhak Sategal merupakan nama dari ricikan Keris yang terletak di bagian sor-soran di tepi bilah. Bentuk ricikan ini menyerupai daun Pudhak (Pandan) dengan ujungnya yang meruncing. Bentuk pola ini, untuk bagian belakang keris pangkal daun dimulai dari sisi tepi bagian bawah sor-soran kemudian meruncing ke atas, kurang lebih sejajar dengan panjang sogokan. Sedangkan untuk bagian depan, pangkal daun dimulai dari atas gandik.
Pudhak Sategal merupakan ricikan keris seperti halnya dengan ricikan lain yang terdapat pada sebilah keris, antara lain : gandik, sogokan, tikel alis, pijetan dan kembang kacang. Pembuatan setiap ricikan oleh empu pada keris selain mempunyai tujuan fungsional, juga memuat makna filosofis. Bentuk ricikan pudhak sategal pada bilah keris memang mirip dengan daun pandan/pudhak yang jika tampak dari depan, terlihat menyembul di kiri-kanan pohon dengan bentuk meruncing ke atas.
Filosofi Keris Pudhak Sategal
Pandangan hidup, nasehat dan ajaran-ajaran dalam kehidupan orang Jawa, merupakan hasil olah rasa berbudaya. Rasa budaya yang tidak dapat dinyatakan dalam komunikasi pergaulan sehari-hari, sering dinyatakan dalam bentuk simbol. Dalam kehidupan sehari-hari dijumpai penggunaan simbol-simbol sebagai pengungkapan rasa budaya pada suatu karya seni, seperti: pakaian, kain batik, upacara, ukiran, arsitektur dan senjata. Simbol-simbol pada suatu karya seni diharapkan dapat digunakan sebagai sarana komunikasi atau media untuk menitipkan pesan, nasehat atau ajaran bagi keluarga, masyarakat maupun generasi selanjutnya menuju peradaban luhur.
Tidak ada rumusan maupun ukuran timbangan yang pasti, dalam mengungkapkan simbol-simbol, bahkan setiap pernyataan yang muncul dapat dianggap sebagai suatu pengkayaan makna, sepanjang masih selaras dengan maksud utamanya. Upaya mencari makna setiap simbol merupakan usaha untuk merawat sebagian dari budaya, agar memberikan arti yang sesungguhnya (esensi budaya). Dalam seni keris, salah satu simbol yang sangat menarik untuk dikaji dan diuraikan maknanya yaitu ricikan Pudhak Sategal.
Pandan (Pandanaceae) merupakan tumbuhan yang sangat lekat dengan kehidupan orang Jawa sejak jaman kuno. Daun pandan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai pewarna makanan, penyedap masakan, sebagai obat, tikar, kosmetik, sarana upacara, maupun sebagai bahan pememeliharaan batik. Masyarakat banyak memanfaatkan pohon pandan dalam kehidupan sehari-hari.
Bentuk daun pandan menghadap ke atas meruncing diujung dan sering melingkar di sebatang pohon, sehingga tampak dari depan mencuat di kiri dan kanan. Bunga pohon pandan dinamakan Pudhak, namun daun pandan sendiri sering disebut Pudhak.
Pudhak merupakan bunga yang mempunyai aroma harum lembut (tidak menyengat) selama berhari-hari dan menebar aroma harum menjelang sore hari. Tumbuhan ini mudah hidup tanpa pemeliharaan khusus dan banyak ditanam dipekarangan atau ladang maupun sebagai tanaman pagar.
Tags: arti pudak setegal, filosofi keris campur bawur, Keris Dhapur Pudhak Sategal, tuah keris pudhak sategal
Keris Dhapur Pudhak Sategal
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.096 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Produk Terkait
Keris Tilam Upih Keris Tilam Upih adalah salah satu jenis dhapur yang populer karena memiliki makna filosofis mendalam juga menjadi salah satu keris pusaka yang wajib dimiliki oleh lelaki jawa. Tilam Upih adalah nama dhapur keris lurus yang sederhana. Gandik-nya polos, ricikannya hanya tikel alis dan pejetan. Di daerah lain ada yang menyebutnya Tilam Petak… selengkapnya
Rp 5.000.000Keris Dhapur Mahesa Soka Keris Mahesa Soka adalah keris berdhapur 3 yang tidak kalah populer dan banyak dicari. Konon katanya jika seseorang memiliki dan mengurus keris ini dengan baik mereka akan mendapatkan tuah yang baik serta energi positif terutama dalam hal kehidupan serta ketentraman lahir dan batin. Sejak dulu sampai dengan sekarang banyak sekali orang… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Pamor Satrio Pinayungan Keris Pamor Satrio Pinayungan dipercaya memiliki tuah untuk perlindungan dan wibawa pemimpin. Tuah dan nama pamor keris ini sangat berkesinambungan, karena pusaka ini adalah harapan dan doa nyata supaya pemiliknya memiliki watak seorang kesatria, dimana seorang pemimpin dengan perwatakan kesatria akan langgeng menjabat dan dicintai oleh semesta raya. Kekuatan doa yang… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Pamor Sodo Lanang Keris Pamor Sodo Lanang dipercaya memiliki tuah untuk membantu mempermudah pemiliknya dalam meraih cita-cita, dapat meraih derajat dan pangkat yang tinggi, menambah kewibawaan, meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat keteguhan iman dan untuk tolak bala. Sedangkan dhapurnya tilam upih membawa tuahnya sendiri. Tuah dari dhapur pusaka ini membawa tuah untuk ketentraman. Kekuatan doa yang… selengkapnya
Rp 8.000.000Keris Panji Anom Hamengkubuwono Keris Panji Anom dipercaya memiliki tuah kewibawaan kepemimpinan, memudahkan seseorang mendapatkan kedudukan, serta membangun kepercayaan dari orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya. Namun, kewibawaan dalam pusaka ini bukanlah tentang membuat orang takut atau tunduk, melainkan daya untuk menjadi seseorang yang mampu dipercaya, menjadi sandaran, dan mengajak orang lain berjalan bersama…. selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Singo Barong Keris Singo Barong adalah salah satu jenis keris yang juga memiliki makna dan nilai kultural dalam budaya Jawa dan Indonesia. Keris Singo Barong secara harfiah dapat diartikan sebagai “Keris Singa Barong.” Nama ini mengacu pada motif atau hiasan khas yang ada pada keris ini. Motif Singa Barong pada keris ini adalah gambaran… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Dhapur Jaka Supa Disebut pula Empu Adipati Jenu, sebuah wilayah dekat Jipang di daerah perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Ia diperkirakan hidup menjelang akhir zaman Majapahit. Jaka Sura sesungguhnya adalah kakak tiri Empu Jaka Supa, sedangkan ayahnya bernama Supa Mandrangi yang kemudian dikenal sebagai Pangeran Sedayu. Ia lahir di Blambangan, ibunya adalah putri… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Pusaka Kupu Tarung Empu Koso Keris Pusaka Kupu Tarung Empu Koso ini adalah salah satu karya seni dari Empu Koso Madura yang sangat terkenal. Keris pusaka dengan pamor kupu tarung ini memiliki tingkat kelangkaan yang sangat tinggi sehingga keris ini sangat jarang dijumpai apalagi dengan jaminan kuno seperti yang kami tawarkan. Keris Kupu Tarung… selengkapnya
Rp 35.000.000Keris Tindih Abad 12 Keris Tindih Abad 12 dipercaya memiliki tuah untuk meredam energi negatif. Pusaka ini menjadi pemersatu keris pusaka yang telah di koleksi pemiliknya, karena ketika terjadi konflik secara energi antar pusaka maka pusaka ini yang akan meredam energi panasnya. Keris ini disebut sebagai keris pengasuh, dalam dunia tosan aji disebut sebagai keris… selengkapnya
Rp 15.000.000Keris Dhapur Kala Dete Keris Kala Dete merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus, bilahnya nglimpa dengan ukuran panjang sedang. Keris ini oleh beberapa orang perkerisan kadang disebut dengan nama Kala Deteng atau Kala Dite. Keris Kala Dete memakai ricikan : kembang kacang, lambe gajah-nya hanya satu dan greneng bersusun. Tergolong dhapur keris langka. Filosofi… selengkapnya
Mahar Hubungi Admin



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.