Keris Dhapur Jaka Supa Disebut pula Empu Adipati Jenu, sebuah wilayah dekat Jipang di daerah perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Ia diperkirakan hidup menjelang akhir zaman Majapahit. Jaka Sura sesungguhnya adalah kakak tiri Empu Jaka Supa, sedangkan ayahnya bernama Supa Mandrangi yang kemudian dikenal sebagai Pangeran Sedayu. Ia lahir di Blambangan, ibunya adalah putri… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Panji Anom Keris Dhapur Panji Anom adalah salah satu jenis keris yang juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting di Indonesia. Keris ini sering disebut juga sebagai “Keris Panji Anom” atau “Keris Anom,” dan nama ini seringkali merujuk pada keris yang memiliki karakteristik tertentu dalam desain dan hiasannya. Keris Panji Anom biasanya memiliki… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Pamor Udan Mas “Pamor Sugih Udan Mas”. Bila ingin gampang memperoleh rejeki miliki keris pamor Udan Mas! Itulah mitos yang berkembang di kalangan masyarakat, ditambah banyak kesaksian hidup orang yang sukses menyimpan keris Udan mas. Tak heran keris Pamor Udan Mas menjadi top list buruan banyak kalangan – mulai dari pedagang kaki lima hingga… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Dhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih adalah salah satu jenis keris atau pisau tradisional Jawa yang memiliki makna dan nilai budaya khusus. Nama “Tilam Upih” merujuk pada corak dan hulu keris ini, serta memiliki makna simbolis dalam konteks budaya Jawa. Keris Tilam Upih memiliki ciri khas pada hulunya, yang umumnya terbuat dari bahan seperti… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Putut Pandito Semedi Putut adalah salah satu dhapur keris lurus. Panjang bilahnya beragam, ada yang normal ada yang pendek. Selain itu, permukaan bilah keris dhapur Putut juga lebar dan rata. Gandik-nya diukir dengan bentuk orang duduk, atau seperti monyet duduk, tanpa ricikan lainnya. Seandainya ada ricikan hanyalah ri pandan atau thingil. Kata ‘Putut’ sebenarnya… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Dhapur Sengkelat Keris sengkelat ada yang menyebutnya Sangkelat, adalah salah satu bentuk dhapur luk tiga belas. Keris dhapur Sangkelat mudah dijumpai karena banyak jumlahnya dan salah satu dhapur klangenan yang dianggap wajib dimiliki oleh Pecinta Tosan Aji. Selain keris pusaka Kanjeng Kyai Ageng Sengkelat milik Keraton Kasunanan Surakarta, ada beberapa pusaka milik keraton Kasultanan… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Dhapur Pulanggeni Keris Pulanggeni merupakan salah satu bentuk dhapur keris luk lima yang cukup populer di dunia perkerisan di Pulau Jawa. Pulang Geni bermakna ratus, hio atau dupa atau juga kemenyan (keharuman yang bersifat religius), memberikan makna bahwa dalam kehidupan banyaklah berbuat kebaikan agar jati diri menebar harum dan selalu dikenang walau hayat sudah… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Kebo Lajer Alam selalu mengajarkan kearifan. Itu sebabnya para Pujangga, orang-orang Bijak sampai ke para Empu kerap melekatkan simbol-simbol alam itu di dalam berbagai karya mereka. Kebo (Kerbau) adalah hewan yang dihormati di tanah jawa, karena kerbau sebagai lambang pondasi negara agraris (pertanian). Kerbau juga disimbolkan sebagai tokoh pengajaran moral dan budi pekerti dalam… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Nogo Topo Keris Nogo Topo adalah salah satu jenis keris atau pusaka tradisional yang berasal dari Indonesia, khususnya Jawa. Keris adalah senjata tajam yang memiliki makna dan nilai budaya yang dalam bagi masyarakat Indonesia, terutama Jawa. Keris Nogo Topo memiliki ciri khas tertentu yang membuatnya unik. Ciri-ciri khas Keris Nogo Topo antara lain: 1…. selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Dhapur Sempana Sempono atau Sempana berasal dari kata “supeno” , yang berarti impian, harapan, cita-cita atau visi. Arti keseluruhannya adalah orang yang memiliki visi atau cara pandang yang baik dalam hidupnya, atau orang yang memperoleh petunjuk pada jalan kebaikan. Filosofi sebenarnya yang bisa di ambil dari dhapur keris sempono adalah bahwa dalam kehidupannya manusia… selengkapnya
Mahar Hubungi Admin