Keris Jalak Sumelang Gandring Sepuh
Rp 5.000.000| Kode | KK |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris Pusaka Kuno, Keris Pusaka Lurus |
Keris Jalak Sumelang Gandring Sepuh
Keris Jalak Sumelang Gandring Sepuh
Keris Jalak Sumelang Gandring merupakan pusaka yang memiliki filosofi tentang ikhtiar, kekhawatiran, dan kecintaan manusia kepada Tuhan. Nama Gandring pada pusaka ini memang mengingatkan kita pada kisah Mpu Gandring, tetapi Jalak Sumelang Gandring memiliki pemaknaan yang berbeda dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Secara maknawi, Jalak menggambarkan manusia yang terus bergerak dalam mencari nafkah dan menjalani kehidupannya. Ia mengajarkan bahwa rezeki tidak cukup hanya ditunggu, tetapi perlu diupayakan dengan usaha yang baik tanpa merugikan orang lain.
Sumelang berarti rasa khawatir atau kegelisahan. Sedangkan Gandring dapat didekatkan dengan kata gandrung, yaitu rasa cinta, kasih, dan keinginan untuk tetap dekat dengan sesuatu yang dicintai. Dari ketiga makna tersebut, Jalak Sumelang Gandring dapat dimaknai sebagai kegelisahan manusia akan kehilangan rasa dekat dan cinta kepada Tuhan. Karena itu, pusaka ini dipercaya memiliki tuah yang berkaitan dengan kemudahan terkabulnya doa, meredam gejolak negatif dalam diri, serta menumbuhkan simpati dan rasa kasih dari lingkungan.
Filosofinya sederhana. Manusia tetap harus berusaha, tetapi menyadari bahwa tidak semua perkara dapat diselesaikan hanya dengan kekuatannya sendiri. Ada saatnya manusia membutuhkan pertolongan Tuhan melalui doa. Ketika rezeki terasa sulit atau apa yang diusahakan belum sesuai harapan, Jalak Sumelang Gandring mengingatkan agar kita tidak hanya melihat apa yang belum diberikan Tuhan. Ada banyak karunia yang sering luput kita syukuri.
Maka pertanyaan “Apakah Tuhan masih mencintaiku?” bukan untuk menumbuhkan keraguan, tetapi menjadi pengingat agar manusia kembali melihat hubungannya dengan Tuhan. Doa yang paling dalam barangkali bukan hanya tentang meminta agar keinginan dikabulkan, tetapi memohon agar hati tetap memiliki keyakinan bahwa Tuhan selalu dekat.
Ketika keyakinan itu terjaga, kekhawatiran dapat menjadi doa, doa menguatkan ikhtiar, dan ikhtiar menjadi bagian dari perjalanan hidup manusia.
Pamor Beras Wutah
Pamor Beras Wutah secara visual menggambarkan butiran pamor yang tersebar seperti beras yang ditumpahkan. Dalam pemaknaan tradisi keris, pamor ini sering dikaitkan dengan rezeki, kecukupan, dan kelancaran dalam penghidupan.
Beras merupakan simbol kebutuhan pokok dan sumber kehidupan. Karena itu, Beras Wutah dapat dimaknai sebagai harapan agar rezeki senantiasa tercukupi dan memberikan manfaat bagi kehidupan.
Secara filosofis, pamor ini juga mengingatkan bahwa rezeki tidak hanya untuk ditunggu, tetapi perlu diupayakan, disyukuri, dan dikelola dengan baik. Wutah bukan berarti rezeki yang dibiarkan berhamburan, melainkan gambaran tentang keluasan pemberian yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan bijaksana.
Dalam konteks Jalak Sumelang Gandring, makna Beras Wutah menjadi selaras dengan filosofi Jalak sebagai gambaran manusia yang terus berikhtiar mencari nafkah. Jalak menggambarkan usaha, sedangkan Beras Wutah menjadi simbol harapan atas kelapangan, kecukupan, dan keberkahan rezeki dari Tuhan.
Tuah Keris Jalak Sumelang Gandring Pamor Wos Wutah
Dipercaya ;
- Tuah Dhapur Jalak Sumelang Gandring : Memudahkan terkabulnya doa serta melahirkan rasa cinta orang lain kepada kita.
- Tuah Pamor Beras Wutah : Mendatangkan kelimpahan dan kecukupan rejeki.
Kekuatan doa yang menjelma menjadi tuah keris pusaka telah menyatu di dalam satu bilah pusaka ini. Ketika kita menjaga keris dengan kepenuhan, dihormati dengan ketulusan, dan diamini dengan penuh kerendahan hati, maka kami meyakini tuah keris akan bekerja dengan semestinya.
Keterangan
- Nama Dhapur : Jalak Sumelang Gandring
- Jenis Pamor : Beras Wutah
- Bentuk Bilah : Lurus
- Tangguh : Hamengkubuwono Sepuh
- Warangka : Gayaman Yogyakarta
Foto Keris Jalak Sumelang Gandring
Hubungi Kami Untuk Konsultasi & Menanyakan Ketersediaan Pusaka
Salam Budaya
Klik Untuk Melihat Koleksi Kami Lainya
Tags: Budaya, Filosofi keris Jalak Sumelang Gandring, Keris Jalak Dinding, keris jalak ngore, Keris Jalak Nyucup Madu, keris jalak sangu tumpeng, Keris Jalak Sumelang Gandring Sepuh, Keris Sumilang Gandring, Pusaka, Sejarah
Keris Jalak Sumelang Gandring Sepuh
| Berat | 800 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 4 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Produk Terkait
Keris Dhapur Kebo Teki Keris Kebo Teki Pada zaman dulu Keris Kebo Teki/Mahesa Teki banyak dimiliki oleh golongan terhormat seperti para tuan tanah, para sodagar dan pedagang hasil bumi. Keris Kebo Teki memiliki makna filosofi Kerbau yang sedang menjalani laku teteki atau yang disebut juga dengan laku mati raga (bertapa). Secara spiritual Kebo/Kerbau sering juga… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Pamor Udan Mas Tiban Keris Pamor Udan Mas Tiban – Pamor udan mas tiban merupakan salah satu pamor yang banyak diburu para kolektor tosan aji. Pamor udan mas adalah salah satu pamor keris yang banyak dicari karena dipercaya dapat mendatangkan rejeki yang berkelimpahan. Keris pusaka dengan pamor udan mas memang hanya dimiliki oleh kalangan… selengkapnya
Rp 7.500.000Luk 13 Keris Pusaka Kyai Sangkelat Kerajaan Pajang Asli Keris Pusaka Kyai Sangkelat Kerajaan Pajang Asli merupakan salah satu keris pusaka yang sangat melegenda karena memiliki sejarah hebat di masa lalu sehingga tidak heran jika Keris Kyai Sangkelat banyak diburu karena cerita kesaktianya dahulu. Keris Kyai Sangkelat Kerajaan Pajang Keris Sangkelat diambil dari kata sengkel… selengkapnya
Rp 6.666.000Keris Dhapur Sengkelat Keris sengkelat ada yang menyebutnya Sangkelat, adalah salah satu bentuk dhapur luk tiga belas. Keris dhapur Sangkelat mudah dijumpai karena banyak jumlahnya dan salah satu dhapur klangenan yang dianggap wajib dimiliki oleh Pecinta Tosan Aji. Selain keris pusaka Kanjeng Kyai Ageng Sengkelat milik Keraton Kasunanan Surakarta, ada beberapa pusaka milik keraton Kasultanan… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Naga Sungkem Keris Naga Sungkem dipercaya memiliki tuah meraih kekuasaan dan kehormatan skala besar. Pemilik keris naga akan nampak berkharisma tinggi sehingga ia menjadi sosok pemimpin yang di cinta oleh bawahanya, semua itu karena aura keris pusaka ini tidak bersifat menekan untuk ditakuti tetapi meneduhkan untuk disegani. Sedangkan pamornya adalah wahyu tumurun, yang berarti… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Udan Mas Tiban Sepuh Keris Udan Mas Tiban Sepuh dipercaya memiliki tuah untuk mendatangkan kekayaan. Pusaka ini di katakan sebagai ibu dari segala pamor kerejekian, dan jika di amati pola tuahnya bukan lagi kerejekian melainkan sudah pada tingkat kekayaan. Pamor udan mas tiban memang tercipta dari restu alam, karena terbentuk atas restu dan izin… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Pusaka Brojoguno Yang Terkenal Sakti Keris Pusaka Brojoguno Yang Terkenal Sakti ini lahir dan diciptakan pada era pakubuwono atau singkatnya PB. Keris ini terbilang sangat langka dan memiliki nilai yang sangat tinggi karena keris ini diciptakan khusus untuk berperang dan membantai berbagai macam musuh yang kuat. Sudah jelas keris brojoguno dahulunya dipakai kalangan senopati… selengkapnya
Rp 6.666.000Keris Sengkelat Mataram Srimanganti Keris Sengkelat Mataram Srimanganti – Keris pusaka ini memiliki kharisma dan wibawa yang sangat tinggi. Keris pusaka ini banyak diburu oleh para pecinta benda pusaka, tosan aji, bahkan benda bertuah. Keris sengkelat memiliki cerita legenda yang sangat menarik dan sangat populer ditelinga masyarakat. Keris sengkelat memang menjadi salah satu pusaka legendaris karena… selengkapnya
Rp 15.000.000Keris Dhapur Patrem Patrem dari kota Yogyakarta merupakan sebilah Keris yang ukurannya lebih kecil dari keris pada umumnya. Biasanya berukuran sekitar 15 cm sampai 25 cm. Sehingga senjata ini lebih fleksibel jika dibawa ke mana-mana. Beberapa literatur menyebutkan bahwa Keris Dhapur Patrem sering dianggap sebagai Keris khusus wanita. Mengapa demikian? Karena senjata ini memiliki panjang… selengkapnya
Mahar Hubungi AdminKeris Dhapur Sepang Sepang merupakan salah satu bentuk dhapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang, tetapi bilah keris ini relatif tipis karena tanpa ada-ada. Keris itu tanpa gandik; bentuk sor-sorannya hampir simetris, tanpa pejetan, penampang ganja depan belakang sama (tanpa sirah cecak) juga tidak memakai ricikan lainnya, meski kadangkala ada yang memakai ganja wilut dan… selengkapnya
Mahar Hubungi Admin









Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.